Rabu, 15 Oktober 2014

Pengurangan Karyawan Yang Elegan dan meminimalisai Konflik


pastedGraphic.pdf
Kondisi Dunia Usaha dengan segala persaingan nya sehingga membuat Perusahaan harus berpikir lebih keras agar mampu bertahan berlayar di tengah gelombang ketidak pastian. Salah satu kondisi berat tersebut dapat pisahkan menjadi 2 Faktor :
a. Kenaikan UMK Tahun 2013 di beberapa Kota disadari atau tidak juga berdampak terhadap meningkatnya beban perusahaan, Seperti UMK di Kota surabaya tahun 2012 sebesar Rp 1.257.000 menjadi Rp 1.740.000 dengan kenaikan mencapai 39%. Jika ada perusahaan yang membayar dibawah UMK maka bersiap-siap menghadapi gugatan pidana dari Dinas Tenaga Kerja. Tentu saja hal ini menjadi dilema, disisi lain Karyawan senang karena kenaikan Gaji, tetapi disisi perusahaan harus memutar otak untuk menekan biaya dan salah satunya adalah “Pengurangan Karyawan”.

b. Faktor External yang kedua adalah Kenaikan BBM sehingga berdampak pada kenaikan harga-harga kebutuhan operasional perusahaan. Biaya semakin membengkak tinggi dan akan bahaya jika tidak diimbangi dengan peningkatan pendapatan perusahaan.
a. Jumlah Karyawan yang Besar, jumlah karyawan yang besar bisa menjadi kekuatan dan kelemahan. Menjadi Kekuatan apabila karyawan yang besar mampu diarahkan menjadi Team yang proaktif, kreatif dan profesional. Menjadi Kelemahan Jika ternyata lebih banyak karyawan yang tidak produktif sehingga menjadi beban bagi perusahaan. Karyawan yang tidak produktif hanya menjadi provokator yang membuat situasi kerja menjadi tidak nyaman dan tidak produktif. Ciri-cirinya adalah selalu berpikiran negatif dan menjatuhkan semangat rekan-rekanya. Merekalah yang membuat situasi semakin panas dan meresahkan walaupun mungkin jumlahnya hanya 3-4 orang.
b. Manajemen SDM yang kurang tepat, Salah satu fungsi SDM adalah menjembatani kepentingan Manajemen dan Pekerja. SDM tidak hanya melihat karyawan sebagai biaya tapi lebih sebagai Aset. Jika Aset dikelola dengan baik maka akan menghasilkan Daya Saing Perusahaan. JIka SDM hanya sebagai Administrasi tanpa memiliki empati terhadap karyawan maka akan menjadi boomerang karena karyawan tidak merasa dimanusiakan.
Beberapa faktor diatas adalah faktor yang umum menjadi penyebab kenapa pendapatan perusahaan terus turun dan akhirnya merugi. Oleh sebab itu Manajemen mengambil Keputusan untuk melakukan pengurangan Karyawan. Yang akan kita bahas bukan mengenai keputusan tersebut tapi bagaimana melakukan pengurangan karyawan yang Fair dan Manusiawi. Kita semua yakin, manajemen pun saya yakin mengambil keputusan Pengurangan Karyawan adalah keputusan yang berat.
Berikut ini kami usulkan beberapa Tips agar Pengurangan Karyawan berlangsung dengan Fair dan Meminimalisasi Konflik.
1. Sosialiasi artinya Manajemen dalam bentuk edaran atau tatap muka dalam forum sudah memberikan informasi 3 bulan sebelumnya kepada seluruh karyawan mengenai Kondisi keuangan Terkini mengenai Kinerja Perusahaan, Jika ada pengurangan Karyawan pasti kinerja perusahaan sedang menurun. Maka karyawan perlu di brainstorming agar bekerja lebih giat sehingga meningkatkan pendapatan perusahaan. Jika dalam evaluasi 3 bulan pendapatan perusahaan tetap turun maka terpaksa diadakan pengurangan Karyawan.
2. Assesment dilakukan jika dalam 3 bulan perusahaan tidak menunjukan peningkatan pendapatan sehingga perlu diadakan assement di unit atau level jabatan. Dalam assesment ini berfungsi untuk menilai kinerja individu. Penilaian bisa dilakukan dengan mengajak Team External atau Team Internal untuk menilai karyawan. Penilaian bisa melalui psikotest, wawancara, penilaian kinerja,disiplin dll, apapun yang kira-kira bisa menjadi tolak ukur penilaian individu karyawan. Dari seluruh penilaian dinilai dan penilaian terbawah dengan terpaksa harus dilakukan pengurangan Karyawan dengan jumlah yang telah disepakati oleh manajemen.
3. Pendampingan adalah proses yang paling riskan, karena disinilah manajemen harus memberitahu karyawan yang akan dipecat bahwa mereka sudah tidak bisa bekerja lagi di perusahaan. Diperlukan pengalaman dan bahasa penyampaian yang baik sehingga karyawan mampu termotivasi dan tidak patah semangat. Disampaikan juga apa saja yang menjadi dasar sehingga pengurangan ini bisa terjadi dan kompensasi/ pesangon yang mereka dapatkan. Perlu juga didampingi manajer terkait yang diikutkan dari assesemnt awal karena manajer juga harus menjelaskan bahwa walaupun berat keputusan ini harus tetap diambil.
Dengan proses seperti diatas akan tercipta situasi yang Adil dan Transparan sehingga manejemen mempunyai dasar yang kuat apabila ada tuntutan dari karyawan.
Ada beberapa Hal Negatif yang bisa muncul jika dalam proses pengurangan karyawan yang tidak adil dan transparan antara lain :
1. Tuntutan Mantan Karyawan Ke Depnaker sehingga menguras pikiran manajemen, tuntutan ini biasanya diajukan kepada mantan karyawan yang sakit hati karena telah di PHK perusahaan. Berbagai alasan mereka ajukan sebagai dasar mengenai tuntutan mereka. Oleh sebab itu maka proses pengurangan karyawan harus transparan dan di dokumentasikan dengan baik sehingga akan menjadi bukti-bukti yang menguatkan perusahaan sebagai dasar PHK Karyawan.
2. Demotivasi Karyawan lama sehingga karyawan tidak produktif, hal ini terjadi jika pengurangan karyawan tidak menggunakan system yang baik dan benar. Karyawan merasa siapa saja dengan kinerja apapun bisa di PHK saat manajemen sudah memutuskan. Entah dasar keputusan berdasarkan apa, yang bahaya hanya karena suka atau tidak suka. Hal ini yang harus dihindari oleh manejemen agar tidak menimbulkan kepanikan didalam karyawan.
3. Hilangnya Karyawan-Karyawan yang berprestasi. Eagle Fly , Chicken stay , hal ini juga merupakan efek negatif yang tidak bisa dihindari, karyawan sebagai aset berharga akan keluar sehingga memerlukan energi yang besar untuk melakukan rekrutmen pegawai baru dan pelatihan-pelatihan yang membutuhkan. Mereka keluar karena ketidakjelasan system yang terjadi di perusahaan.
Mungkin itu sekedar sharing mengenai Pengurangan Karyawan Yang Elegan dan meminimalisai Konflik semoga bisa menjadi sharing yang bermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar